Sleman, 3 Juli 2026 – Sektor industri kecil menengah kini menjadi tulang punggung perekonomian Sleman. Oleh karena itu, pelaku usaha harus meninggalkan cara-cara konvensional.
Untuk memenangkan pasar modern, terdapat tiga tantangan krusial di lapangan. Pertama, pelaku usaha harus menjaga konsistensi standar kualitas rasa produk. Kedua, penerapan sanitasi ketat sangat penting demi menjamin higienitas. Ketiga, inovasi bahan baku lokal dengan sentuhan modern wajib dilakukan. Ketiga aspek ini menjadi penentu utama daya saing UMKM.
Guna menjawab tantangan tersebut, pemerintah merumuskan lima pilar strategis. Pilar ini mencakup peningkatan keterampilan teknis dan standarisasi higienitas pangan. Selanjutnya, terdapat pilar inovasi produk serta optimalisasi nilai jual kemasan. Pilar terakhir berfokus penuh pada kemandirian ekonomi pelaku usaha. Kelima pilar tersebut dirancang demi membangun struktur bisnis yang kokoh.
Implementasi nyata pilar tersebut diwujudkan melalui bimbingan teknis secara intensif. Salah satu contohnya adalah pelatihan pembuatan kue basah profesional. Kegiatan ini sukses diselenggarakan di Ngaglik pada Februari 2026. Sebanyak 20 peserta terpilih belajar mengubah skala dapur rumah. Mereka kini menerapkan standar industri pangan modern yang sangat presisi.
Dalam pelatihan kuliner, pemanfaatan tepung mocaf menjadi menu unggulan daerah. Bahan lokal bebas gluten ini berhasil diolah menjadi produk premium. Contohnya adalah pembuatan kuweh muso srikaya dan muffin cokelat. Optimalisasi mocaf bertujuan mengurangi ketergantungan pada gandum impor. Langkah inovatif ini terbukti menghemat biaya produksi secara ekonomis.
Tidak hanya kuliner, Disperindag Sleman juga membangun ekosistem kreatif lainnya. Sektor fesyen dikembangkan melalui kombinasi batik alam dan desain tas gail. Kolaborasi unik ini bertujuan menciptakan produk etnik khas yang siap ekspor. Secara keseluruhan, terdapat sepuluh kegiatan bimbingan teknis terintegrasi. Seluruh program dijalankan demi memperluas akses pasar produk lokal.
Keberlanjutan usaha pasca-pelatihan didukung penuh oleh manajemen yang tangguh. Peserta mendapatkan materi pemasaran digital dan optimalisasi media sosial. Penggunaan WhatsApp Business diajarkan untuk mengelola transaksi pelanggan. Selain itu, Disperindag Sleman memberikan pendampingan pengurusan legalitas usaha resmi. Izin resmi ini menjadi syarat mutlak UMKM naik level.
Keberhasilan program tahun ini ditandai tingkat partisipasi sebesar 100%. Kini, pelaku usaha direkomendasikan segera memproses sertifikasi halal. Sertifikat ini penting untuk memperluas jangkauan pasar konsumen. Kolaborasi dalam komunitas harus terus dijaga demi perluasan jaringan. Pemanfaatan teknologi digital akan membawa produk Sleman mendunia. (nr)
Informasi Agenda Dinas
Tidak Ada Comment