Sekolah Pasar: Langkah Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam Meningkatkan Pemberdayaan Pedagang Tradisional Sleman


Oleh admin_SIPP | 12 Nov 2024

Sleman, 12 November 2024, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman telah mengadakan program sekolah pasar bagi pedagang lokal tahap kedua. Program ini merupakan sebuah inisiatif strategis demi mendukung perkembangan dan pemberdayaan pedagang lokal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tahap kedua ini dilakukan selama dua hari pada tanggal (6-7 November 2024). Berlokasi di Joglo Dtawang depan Pasar Gamping. Sasaran dari program ini adalah pedagang setempat, pengelola parkir, dan pengelola MCK serta petugas pasar Gamping.

Tujuan program ini tidak lain adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pedagang. Mereka dibimbing untuk menjadi pedagang yang memiliki pemahaman terhadap teknologi digitalisasi. Memperkuat pasar tradisional sebagai pusat ekonomi rakyat, dan mendorong inovasi pasar rakyat. 

Sekolah Pasar diadakan sebagai bagian dari komitmen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional saat ini. Acara ini diikuti oleh puluhan pedagang dari berbagai pasar di Kabupaten Sleman. Para pedagang tersebut mendapat kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli di bidang pemasaran, keuangan, dan manajemen usaha.  

Selama dua hari, para pedagang mendapatkan pelatihan profesional dari para narasumber di bidangnya masing-masing. Hari pertama pelaksanaan sekolah pasar diisi meteri oleh 3 narasumber. Narasumber pertama sekolah pasar diisi oleh Narasumber dari DPRD Kabupaten Sleman, Dara Ayu Suharto menjelaskan mengenai harapan para pedagang yang harus memiliki daya saing terhadap pasar modern. Beliau juga memaparkan mengenai pemasaran melalui Sosial media seperti Instagram, Facebook, Whatsapp, dll. 

Narasumber kedua disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih yang menyampaikan terkait penguatan paguyuban pedagang pasar tradisional. Dan bagaimana cara menumbuhkan ciri khas pasar yang ramah lingkungan dengan tetap menjaga kearifan lokal.

Kemudian sesi terakhir di hari pertama diisi oleh Wastika selaku narasumber yang didatangkan dari Bank BPD DIY Cabang Sleman. Dalam pemaparannya Wastika menyampaikan beberapa hal yang meliputi Layanan Fasilitas Qris, Sosialisasi pengajuan KUR, serta terkait pembayaran retribusi pasar dan pembayaran kredit.

Hari selanjutnya Tim penyedia program sekolah pasar mendatangkan dua narasumber yang ahli dalam bidang pengelolaan pasar. Dengan dibuka oleh Staf Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional. Materi pertama sekolah pasar berisi tentang problem dan solusi yang yang dialami customer. Tips membuat dan menerapkan 5 cara mudah menaikkan keuntungan dalam bisnis.Dan bagaimana  meningkatkan omset penjualan.

Materi kedua yang merupakan materi terakhir sekolah pasar disampaikan oleh Raminta. Materi yang disampaikan mengenai bagaimana mengajukan layanan kredit dari lembaga keuangan dan perbankan yang ada di DIY. Mengajukan pinjaman Dana Penguatan Modal melalui Bupati Sleman. Serta bagaimana mengajukan bantuan Hibah BASNAS untuk mendirikan Pra Koperasi. 

Author : Tanti Febriani (Mahasiswa Magang 2024)

Komentar

Tidak Ada Comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disimpan dan dipublikasikan

Menu
Cari