Sleman, 21 Juli 2025 — Pasar Gamping merupakan salah satu pasar tradisional terbesar dan teraktif di Kabupaten Sleman. Terletak di Jalan Wates Km 5, Ambarketawang, Gamping, pasar ini menjadi pusat perdagangan yang mulai menggeliat sejak dini hari. Aktivitas ekonomi di pasar ini berlangsung hampir sepanjang hari, mencerminkan tingginya perputaran komoditas dan semangat ekonomi kerakyatan yang terus tumbuh.
Aktivitas perdagangan dimulai sejak pukul 23.00 WIB di area belakang pasar, tempat transaksi utama komoditas sayur mayur, buah-buahan, daging, dan bumbu dapur berlangsung. Zona ini menjadi pusat kulakan bagi pedagang kecil yang datang dari berbagai wilayah. Memasuki pukul 06.00 WIB, blok tengah dan depan pasar mulai beroperasi dengan menjajakan berbagai kebutuhan pokok lainnya seperti sembako, pakaian, alas kaki, dan barang kebutuhan rumah tangga.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Gamping, Irfan Taufik, menyampaikan bahwa komoditas sayur mendominasi perniagaan di pasar ini, mencapai sekitar 60% dari total aktivitas perdagangan. Selebihnya terdiri atas bahan pokok, pakaian, serta komoditas lain yang menunjang kebutuhan masyarakat sehari-hari. Komposisi ini menunjukkan peran penting Pasar Gamping dalam rantai distribusi bahan pangan di Sleman dan sekitarnya.
Tak hanya menjadi tempat bertransaksi, Pasar Gamping juga menjadi lokasi berbagai program pemberdayaan pedagang yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman. Program seperti Sekolah Pasar hadir untuk memberikan edukasi dan peningkatan kapasitas bagi para pedagang, sementara pembentukan pra-Koperasi Pasar Gamping bertujuan memperkuat kelembagaan ekonomi pedagang pasar.
Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, mengungkapkan bahwa terbentuknya kepengurusan paguyuban pedagang di pasar ini telah membawa dampak signifikan terhadap kekompakan dan komunikasi antar pedagang. Suasana guyub rukun tercipta melalui koordinasi yang berjalan baik. Disperindag Sleman juga memfasilitasi kolaborasi dengan pihak perbankan untuk membuka pelayanan keuangan langsung di lingkungan pasar, yang sangat membantu pedagang dalam mengelola transaksi dan modal usaha.
Menariknya, Pasar Gamping juga turut menjaga nilai budaya lokal. Setiap tahunnya, para pedagang turut berpartisipasi dalam kirab budaya Bekakak sebagai bentuk pelestarian tradisi dan penguatan identitas pasar sebagai bagian dari budaya Sleman. Dengan segala dinamika dan dukungan kebijakan yang ada, Pasar Gamping tak sekadar menjadi pusat niaga, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya ekonomi lokal yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing. (nr)
Informasi Agenda Dinas

Tidak Ada Comment