Bulan puasa/menjelang lebaran masyarakat selaku konsumen dimanjakan dan dijejali dengan berbagai produk pangan untuk keperluan berbuka puasa dan makanan olahan untuk sajian lebaran. Sebagai wujud kepedulian untuk memberikan perlindungan kepada konsumen, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman melakukan pengawasan keamanan pangan dan berbahaya. Hal ini dilakukan untuk mengawasi penjualan bahan pangan agar konsumen mendapatkan bahan pangan yang aman, tidak mengandung bahan tambahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan.
Selain itu, dilakukan pula monitoring peredaran barang rusak dan kadaluwarsa. Monitoring ini terutama ditujukan untuk bahan pangan dalam kemasan. Dengan memastikan bahwa bahan pangan dalam kemasan tidak dalam kondisi rusak dan/atau kadaluwarsa, diharapkan konsumen tidak dirugikan dari sisi kesehatannya.
Kegiatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya dilaksanakan 18 April 2019 sampai dengan 29 Mei 2019. Adapun sasaran pengawasan ini adalah di 27 pasar rakyat dan 2 lokasi Pedagang Kaki Lima. Dalam pengawasan ini, Tim melakukan pengujian sederhana di lokasi, dan apabila diperlukan pengujian lebih lanjut maka akan dikirimkan ke Laboratorium milik Universitas Gadjah Mada atau Balai POM. Dari pengalaman pengawasan, kebanyakan temuan penggunaan formalin adalah pada komoditas teri nasi.
Seda
ngkan untuk monitoring barang rusak dan kadaluwarsa dilaksanakan 16 April 2019 sampai dengan 27 Mei 2019, dengan sasaran toko ritel lokal di 17 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Sleman. Kebanyakan yang ditemukan dari hasil monitoring adalah produk makanan dalam kaleng yang rusak kemasannya dan/atau telah melewati tanggal kadaluwarsa. Terhadap temuan ini, pedagang diminta menandatangani Berita Acara Hasil Pemeriksaan dan diminta mengembalikan produk yang rusak dan/atau kadaluwarsa ke distributornya.
Kegiatan ini akan dilaksanakan lagi di akhir bulan November 2019 untuk perlindungan konsumen menjelang Hari Natal. Dipilihnya waktu menjelang puasa, lebaran dan natal dikarenakan distribusi bahan dan produk pangan sedang membanjiri pasaran (rew)
Informasi Agenda Dinas

Tidak Ada Comment