Geliat Ekonomi Ramadhan: Disperindag Sleman Gelar “GEMPAR” di 5 Pasar Tradisional


Oleh adminr | 24 Feb 2026

Sleman, 24 Februari 2026 – Menyambut Ramadhan 2026, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman resmi meluncurkan program inovatif bertajuk “GEMPAR” dengan tema Grebeg Takjil Pasar Ramadhan. Inisiatif ini dirancang sebagai strategi untuk menghidupkan kembali denyut nadi pasar tradisional sekaligus memberikan ruang bagi para pedagang kuliner lokal untuk meningkatkan pendapatan mereka selama bulan puasa.

Program GEMPAR ini tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan tersebar di lima pasar tradisional strategis di wilayah Kabupaten Sleman, yakni di Pasar Kejambon, Pasar Potrojayan, Pasar Sleman Unit 2, Pasar Cebongan, dan Pasar Godean. Langkah penyebaran lokasi ini diambil guna memeratakan dampak ekonomi bagi para pedagang kecil dan memudahkan masyarakat di berbagai kapanewon untuk mengakses takjil yang berkualitas dan higienis di pasar-pasar terdekat.

Kepala Dinas Perindag Kabupaten Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan GEMPAR ini adalah untuk mendongkrak omzet para pedagang pasar. Dengan adanya pusat takjil yang terorganisir, diharapkan volume kunjungan masyarakat ke pasar tradisional meningkat secara signifikan. Hal ini menjadi angin segar bagi pelaku IKM kuliner untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada khalayak yang lebih luas.

Selain aspek ekonomi, revitalisasi peran pasar tradisional menjadi fokus penting dalam agenda ini. Disperindag ingin menanamkan kembali citra pasar tradisional sebagai ruang sosial yang nyaman dan ramah pengunjung. Melalui kemasan acara yang menarik, pasar tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat belanja kebutuhan pokok, tetapi juga sebagai destinasi wisata kuliner musiman.

Keamanan pangan tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar dalam program GEMPAR. Menindaklanjuti pengawasan rutin yang telah dilakukan sebelumnya, Disperindag memastikan bahwa seluruh takjil yang dijajakan dalam kegiatan ini telah melewati pemantauan. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu berbelanja di pasar tradisional karena standarisasi kesehatan dan kebersihan menjadi syarat utama bagi para pedagang yang terlibat.

Antusiasme pedagang menyambut program ini sangat tinggi, mengingat bulan Ramadhan selalu menjadi momentum puncak konsumsi masyarakat. Dengan adanya fasilitasi dari pemerintah daerah, para pedagang merasa lebih terbantu dalam hal promosi dan pengaturan tata letak dasaran, sehingga alur pengunjung menjadi lebih tertib dan nyaman bagi semua pihak.

Pihak Disperindag Sleman juga menekankan pentingnya sinergi antara tradisi belanja pasar dengan tren gaya hidup modern. Meskipun dikemas dalam konsep pasar Ramadhan, pengelolaan tetap mengedepankan efisiensi dan ketertiban. Hal ini selaras dengan upaya penguatan internal IKM agar lebih kompetitif dalam menghadapi gempuran produk kuliner instan atau waralaba global.

Program GEMPAR diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus berkembang. Ke depan, Disperindag Sleman berencana untuk memperluas cakupan pasar yang terlibat serta menambah variasi kegiatan pendukung lainnya yang dapat menarik minat generasi muda untuk kembali berinteraksi di pasar tradisional. Dukungan masyarakat dengan cara berbelanja di pasar tradisional menjadi kunci utama agar IKM lokal dapat terus bertahan dan berkembang. Mari jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum untuk mencintai produk lokal melalui pasar rakyat kita sendiri. (nr)

Komentar

Tidak Ada Comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disimpan dan dipublikasikan

Menu
Cari