Sleman, 08 Oktober 2026 – Rumah Kreatif Sleman (RKS) menyelenggarakan Factory Visit Workshop di Apip’s Batik, perusahaan kerajinan batik asal Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 7 Oktober 2026. Peserta kegiatan adalah pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) batik dan fashion di Kabupaten Sleman. Mereka berdiskusi dan belajar langsung dari pelaku usaha yang berpengalaman di dunia batik. Ruang temu seperti ini sangat berharga bagi pelaku usaha. Mereka dapat bertukar pengalaman, menambah wawasan, dan memperluas relasi.
Peserta tidak hanya mendengarkan materi di dalam ruangan. Mereka juga melihat langsung proses produksi di lokasi usaha. Pengalaman ini memberi gambaran nyata tentang cara mengelola usaha batik. Cakupannya luas, mulai dari pengembangan motif sampai menjaga kualitas produk. Dengan melihat prosesnya dari dekat, peserta diharapkan memahami bahwa mutu batik dibentuk oleh banyak tahapan. Diskusi langsung dengan pemilik usaha juga membuka peluang bertanya soal kendala di lapangan.
Apip’s Batik berdiri sejak 1990 dan didirikan oleh Afif Syakur. Kini usaha tersebut dikenal sebagai salah satu pelaku kerajinan batik di Yogyakarta. Pengalaman lebih dari tiga dekade itu menjadi modal kuat untuk berbagi ilmu kepada peserta. Dalam kegiatan ini, Afif Syakur hadir sebagai pemilik sekaligus tokoh batik nasional. Ia menekankan pentingnya kreativitas dalam menciptakan motif batik.
“Jangan membuat batik yang bodoh, pengrajin batik Sleman harus membuat batik pintar, yang menuntut keahlian dan keterampilan yang lebih,” ujar Afif Syakur.
Menurutnya, pelaku IKM perlu terus mengembangkan ide agar karyanya memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri. Keahlian dan keterampilan yang lebih tinggi menjadi kunci untuk menghasilkan karya yang berbeda.
Afif Syakur kerap dipercaya menjadi juri di berbagai event batik di Sleman. Dari pengalamannya menilai, ia melihat motif yang tampil cenderung monoton dan itu-itu saja. Karena itu, ia berharap pelaku IKM batik Sleman berani keluar dari pola yang sudah ada. Motif yang lebih beragam akan membuat batik Sleman lebih menonjol.
Rumah Kreatif Sleman telah menyediakan wadah, ruang, dan fasilitas bagi para pelaku IKM. Fasilitas tersebut diharapkan dimanfaatkan sebaik mungkin agar usaha semakin berkembang. Wadah dan ruang yang tersedia dapat dipakai untuk berkarya, berjejaring, dan mengembangkan produk. Di sisi lain, pelaku IKM juga perlu berani belajar dan terus mengasah kemampuan. Batik dengan kualitas dan motif yang lebih unggul akan memiliki nilai jual lebih tinggi. Artinya, kualitas dan keunikan motif berpengaruh langsung pada harga di pasar. Inilah alasan inovasi menjadi hal yang penting bagi pelaku usaha batik.
Melalui kegiatan ini, Rumah Kreatif Sleman berharap pelaku IKM batik dan fashion semakin termotivasi. Mereka diharapkan berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas relasi dengan sesama pelaku usaha. Dengan bekal ilmu dan inspirasi dari mentor berpengalaman, batik Sleman diharapkan tampil lebih beragam. Harapannya, batik Sleman juga semakin berdaya saing di pasar yang lebih luas. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa belajar dari pengalaman orang lain adalah langkah penting. Para pelaku IKM batik Sleman diajak memanfaatkan setiap kesempatan, mulai dari diskusi sampai kunjungan lapangan.
Naskah asli: Iqbal Fadlun Naba, Ilmu Komunikasi FISIP UPN Veteran Yogyakarta.
![]()
Informasi Agenda Dinas
Tidak Ada Comment