Sleman, 25 Agustus 2026 – Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) kembali hadir di Pasar Godean, Senin (24/8/2026). Mengangkat tema “Godean Guyub Pasar Hidup”, kegiatan ini menjadi penutup rangkaian GEMPAR di sejumlah pasar sebelumnya.
GEMPAR dibuka oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang menyampaikan pentingnya menghadirkan lebih banyak masyarakat ke pasar. Menurutnya, meningkatnya kunjungan diharapkan turut menggerakkan perdagangan dan meningkatkan penjualan pedagang.
“Dengan adanya Gempar ini akan ada orang yang datang ke pasar. Pasar Godean nanti pengunjungnya melimpah dan dagangannya jadi laris,” terangnya.
Namun, keramaian pasar perlu berjalan beriringan dengan pembenahan yang dilakukan secara berkelanjutan. Pelayanan yang semakin baik dan suasana pasar yang nyaman menjadi bagian penting untuk menarik minat masyarakat.
“Saya minta Disperindag terus memperbaiki pelayanan, pedagang dibuat nyaman. Bagaimana pasar juga harus berbenah, bagaimana pasar ini menjadi menarik bagi pembeli,” jelasnya.
Selain pembenahan, komunikasi dengan pedagang juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan pasar. Pedagang didorong menyampaikan laporan apabila menemukan pelayanan yang masih perlu diperbaiki. Upaya menghidupkan pasar juga membutuhkan dukungan berbagai pihak secara berkelanjutan. Pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, dan media dapat berkolaborasi untuk memperkuat keberadaan pasar rakyat.
“Kolaborasi pemerintah daerah dengan anggota DPRD, pengusaha, dan media tentu bisa kita lakukan terus-menerus,” pungkasnya.
Tidak hanya menghadirkan aktivitas perdagangan, GEMPAR Pasar Godean kali ini juga membawa nuansa seni dan budaya. Pertunjukan gamelan dari Sanggar Kuntul dan seni Warok dari Affada feat Manggala turut memeriahkan kegiatan.
Suasana semakin menarik melalui talkshow yang membahas masa depan pasar rakyat di tengah perubahan gaya hidup generasi muda.
Talkshow menghadirkan Kepala Dinas Perindag Kabupaten Sleman Dwi Wulandari, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Godean Sri Kundari, dan Tya sebagai perwakilan Generasi Z. Pembahasan menyoroti pentingnya menghadirkan konsep pasar yang lebih dekat dengan kebutuhan generasi muda. Salah satu rencana yang disampaikan adalah menghadirkan kuliner kekinian di lantai atas Pasar Godean. Konsep tersebut diharapkan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara pelaku kuliner dan pedagang pasar. Kehadiran aktivitas baru juga diharapkan dapat memperluas daya tarik Pasar Godean bagi pengunjung muda.
Rangkaian GEMPAR sebelumnya telah berlangsung di Pasar Kebonagung, Pasar Ngijon, Pasar Balangan, dan Pasar Ngino. Pasar Godean menjadi lokasi penutup rangkaian kegiatan tersebut. Berdasarkan laporan, pelaksanaan GEMPAR di Pasar Godean mendapat antusiasme tinggi. Kondisi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas penjualan sejumlah pedagang. Pada sektor kelontong, omzet rata-rata dilaporkan meningkat sekitar 30%. Nilainya meningkat dari sekitar Rp 6 juta menjadi Rp 8 juta.
Pengalaman di Pasar Ngino juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah pengunjung dan aktivitas perdagangan. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan pasar dapat memberikan dampak ketika dikemas secara menarik. Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pasar rakyat dapat menjadi ruang perdagangan sekaligus ruang sosial dan budaya masyarakat. Melalui GEMPAR, pasar diharapkan semakin hidup, nyaman, dan mampu menjangkau minat masyarakat lintas generasi.
Informasi Agenda Dinas
Tidak Ada Comment