GEMPAR : Hidupkan Geliat Pasar Rakyat melalui Seni Budaya dan Penguatan UMKM


Oleh adminr | 26 Jul 2026

Sleman, 26 Juli 2026 – Pasar rakyat tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya aktivitas jual beli, tetapi juga ruang bertemunya masyarakat, tumbuhnya ekonomi kerakyatan, serta pelestarian budaya lokal. Berangkat dari semangat tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman kembali menyelenggarakan Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) di Pasar Kebonagung sebagai upaya menghidupkan kembali denyut aktivitas pasar tradisional.

Mengusung tema “Pasar Tradisional Bergeliat, UMKM Kuat”, kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (25/7/2026) di Pasar Kebonagung, Kapanewon Minggir. Kegiatan dihadiri unsur pemerintah daerah, DPRD, pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, paguyuban pedagang, pelaku UMKM, dan masyarakat.

Melalui penyelenggaraan GEMPAR, Disperindag Sleman terus mendorong pasar rakyat agar tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat, memperkuat transaksi pedagang, menarik minat generasi muda, sekaligus memperkenalkan Pasar Kebonagung sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di wilayah Sleman Barat.

Untuk menciptakan suasana pasar yang lebih hidup, berbagai pertunjukan seni budaya turut memeriahkan kegiatan sepanjang acara. Pengunjung disuguhkan penampilan musik gamelan dari Sanggar Kuntul Baris, Tari Cipat Cipit, serta pertunjukan budaya yang menggambarkan semangat kebersamaan antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pasar rakyat.

Suasana semakin semarak melalui gerakan “nglarisi” jajanan tradisional yang melibatkan seluruh pengunjung. Beragam kuliner khas, seperti bacem tempe koro, grontol jagung, tiwul, jenang, dan aneka pangan tradisional lainnya diperkenalkan kepada pengunjung sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pedagang pasar dan pelaku UMKM lokal.

Tidak hanya menghadirkan hiburan, GEMPAR juga menjadi ruang berbagi gagasan melalui talkshow interaktif bertema “Pasar Tradisional Bergeliat, UMKM Kuat”. Diskusi tersebut membahas penguatan peran pasar rakyat sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus mengangkat tantangan pendampingan digitalisasi, khususnya bagi pedagang senior agar mampu mengikuti perkembangan sistem perdagangan modern.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara seni budaya dan aktivitas perdagangan mampu menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih menarik bagi masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi pasar, tetapi juga memperkuat identitas pasar rakyat sebagai ruang publik yang nyaman, inklusif, dan memiliki nilai budaya.

Sejalan dengan upaya tersebut, Disperindag Sleman akan terus melakukan pendampingan kepada pedagang melalui pemanfaatan sistem pembayaran digital QRIS, serta mendorong peningkatan kebersihan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan pasar. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing pasar rakyat sekaligus menjawab perubahan perilaku konsumen yang semakin adaptif terhadap transaksi digital.

GEMPAR Pasar Kebonagung menjadi pembuka rangkaian program Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat yang akan dilaksanakan di sejumlah pasar rakyat Kabupaten Sleman hingga September 2026. Melalui sinergi antara pemerintah, pedagang, pelaku UMKM, komunitas seni, dan masyarakat, Disperindag Sleman optimis pasar rakyat akan terus tumbuh sebagai pusat ekonomi lokal yang tangguh, berdaya saing, sekaligus tetap menjaga kekayaan budaya daerah.

Komentar

Tidak Ada Comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disimpan dan dipublikasikan

Menu
Cari