Sleman, 3 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) secara resmi meluncurkan rangkaian program “Pasar Murah Ramadan 2026”. Inisiatif strategis ini diambil sebagai langkah preventif pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi serta menjaga stabilitas harga bahan pokok yang cenderung fluktuatif di bulan Ramadan dan menjelang idul fitri. Program ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menjamin ketersediaan pasokan pangan di tingkat konsumen.
Pelaksanaan agenda ini melibatkan sinergi lintas sektoral yang sangat kuat. Pemkab Sleman menggandeng berbagai mitra strategis, mulai dari Bank Indonesia, Bank BPD DIY, hingga lembaga keuangan lokal seperti Bank Sleman dan Bank Sleman Syariah. Tak hanya itu, sektor penyedia infrastruktur dan logistik seperti PDAM Sleman, BULOG, Beras Sleman, Pinsar Petelur Nasional (PPN) Sleman, dan PT Saliman Riyanto Raharjo turut serta memastikan rantai pasok berjalan optimal.
Rangkaian kegiatan telah dimulai Senin (2/3/2026) yang berlokasi di GOR Tridadi Sleman sebagai titik pembuka. Antusiasme warga terpantau tinggi pada hari pertama, mengingat selisih harga yang ditawarkan cukup signifikan dibandingkan dengan harga pasar saat ini. Momentum ini menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat untuk memberikan akses pangan yang terjangkau dan berkualitas tinggi.
Pada hari ini, Selasa (3/3/2026) lokasi pasar murah bergeser ke wilayah utara, tepatnya di Lapangan Baratan, Pakem. Pemilihan lokasi yang tersebar di berbagai kapanewon ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat lebih luas agar manfaat program tidak hanya terkonsentrasi di pusat pemerintahan saja. Pergeseran lokasi ini dilakukan secara berkala sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh tim satgas pangan daerah.
Adapun komoditas yang disediakan mencakup berbagai kebutuhan pokok rumah tangga. Masyarakat dapat memperoleh Beras SPHP dari BULOG, beras premium lokal, Minyakita, serta minyak goreng kemasan premium dengan harga subsidi. Selain itu, bahan pangan strategis lainnya seperti gula pasir, telur ayam ras, daging ayam ras, hingga aneka cabai dan sayuran segar juga tersedia untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian warga selama Ramadan.
Guna memastikan distribusi yang adil dan tepat sasaran, Disperindag Sleman menetapkan syarat khusus bagi para pembeli. Warga diwajibkan membawa KTP Kabupaten Sleman sebagai bukti domisili, sehingga subsidi yang diberikan benar-benar dirasakan oleh penduduk lokal. Langkah ini diambil untuk menghindari adanya praktik penimbunan atau pembelian dalam jumlah yang tidak wajar oleh oknum tertentu.
Selain aspek keterjangkauan harga, Pemkab Sleman juga menyisipkan edukasi ramah lingkungan dalam program ini. Pembeli diimbau untuk membawa kantong belanja sendiri guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Hal ini sejalan dengan komitmen Kabupaten Sleman dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi volume sampah rumah tangga, bahkan dalam situasi pasar rakyat yang ramai sekalipun.
Setelah agenda di Pakem, kegiatan akan dilanjutkan ke Stadion Maguwoharjo pada 4 Maret, Lapangan TGP Seyegan pada 5 Maret, Lapangan Rejodani Ngaglik pada 9 Maret, dan akan berakhir di Lapangan Sumbersari Moyudan pada 10 Maret 2026. Jadwal yang terstruktur ini memungkinkan masyarakat untuk mempersiapkan kebutuhan belanja mereka sesuai dengan lokasi yang paling terjangkau dari tempat tinggal masing-masing.
Melalui penyelenggaraan Pasar Murah Ramadan 2026 ini, Pemkab Sleman optimis dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global. Sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan penyedia komoditas pangan lokal diharapkan mampu menciptakan citra pasar yang aman dan nyaman. Pada akhirnya, program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan upaya penguatan ekosistem ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. (nr)
Informasi Agenda Dinas

Tidak Ada Comment