Sleman, 12 Desember 2025 – Marketplace telah menjadi ruang baru bagi pelaku IKM Sleman untuk memperluas jangkauan penjualan. Disperindag Sleman melihat peran marketplace sebagai kanal strategis, terutama bagi usaha kecil yang ingin masuk pasar nasional dengan biaya promosi terukur.
Banyak IKM ingin memasuki marketplace namun bingung dalam menentukan cara memulai, sehingga pemahaman dasar tentang fitur platform e-commerce sangat diperlukan. Platform seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada membuka akses pasar luas, tetapi tetap memerlukan strategi penjualan yang terarah.
Pada tahap awal, pelaku IKM harus memahami bahwa marketplace bukan sekadar etalase digital, melainkan ekosistem penjualan yang menuntut konsistensi. Pelaku usaha perlu mempersiapkan identitas toko, deskripsi produk akurat, dan foto menarik untuk menarik minat pembeli.
Selain itu, persaingan harga sering menjadi kendala awal, sehingga pelaku IKM perlu memfokuskan strategi pada diferensiasi nilai dibanding sekadar perang harga. Kemasan rapi, respons cepat, dan rating positif dapat memperkuat daya saing meski harga tidak selalu murah.
Marketplace juga menuntut kesiapan operasional, sehingga stok, manajemen pesanan, dan layanan pelanggan wajib diperhatikan dengan serius. Sistem penilaian pembeli memberi pengaruh besar, sehingga kualitas pelayanan menentukan performa toko secara langsung.
Namun di balik tantangan tersebut, peluangnya tetap besar dan terbuka luas, terutama bagi IKM yang memiliki produk unik dan mampu menjaga kualitas. Fitur promosi berbayar, voucher toko, dan program kampanye dapat membantu meningkatkan eksposur produk secara bertahap.
Disperindag Sleman menekankan pentingnya adaptasi dan kemauan belajar agar IKM dapat berkembang dalam ekosistem digital marketplace yang berubah cepat. Pelatihan akses digital dan literasi pemasaran online menjadi langkah strategis untuk mendukung kesiapan pelaku usaha. (nr)
Informasi Agenda Dinas
Tidak Ada Comment