Pasar Rakyat, Detak Nadi Ekonomi Kabupaten Sleman


Oleh adminr | 14 Nov 2025

Sleman, 14 November 2025 – Di tengah arus modernisasi yang makin cepat, pasar rakyat tetap berdiri tegak sebagai tempat di mana kehidupan sehari-hari masyarakat Sleman berdenyut. Di sana, bukan hanya barang yang berpindah tangan, tapi juga senyum, sapaan, dan kehangatan sosial yang sulit tergantikan oleh layar ponsel atau keranjang belanja digital.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman melihat pasar bukan sekadar tempat jual beli, tapi jantung ekonomi rakyat. Karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk memperkuat peran pasar tradisional, mulai dari pembenahan fasilitas, penataan zonasi pedagang, hingga pelatihan bagi pengelola dan pedagang agar lebih siap menghadapi tantangan zaman.

Tak sedikit pasar di Sleman yang kini tampil lebih tertata dan nyaman, tanpa kehilangan jiwanya sebagai ruang interaksi sosial. Melalui program Sekolah Pasar, misalnya, para pedagang diajak belajar langsung tentang pengelolaan, kebersihan, pelayanan konsumen, hingga cara beradaptasi dengan sistem digital untuk promosi dan transaksi.

Beberapa pedagang di Sleman kini mulai mempraktikkan hasil pelatihan tersebut. Mereka berbenah dalam cara berjualan, menata lapak lebih menarik, serta mulai mengenal pemasaran melalui media sosial atau layanan pesan singkat. Perubahan sederhana ini membawa dampak positif bagi omzet dan kepercayaan pelanggan.

Baru-baru ini, ribuan pedagang resmi melakukan boyongan ke Pasar Induk Godean yang telah direvitalisasi total, ditandai dengan kirab budaya “Bedhol Projo Hanggayuh Rejo”. Pemindahan ini bukan hanya soal berpindah ke bangunan baru, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi rakyat di wilayah barat Sleman. Meskipun aktivitas perdagangan sudah berjalan, sejumlah fasilitas masih terus dilengkapi agar pasar modern ini tetap nyaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal.

Bagi Disperindag Sleman, keberhasilan bukan diukur dari seberapa modern pasar dibuat, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakatnya. Karena di pasar rakyat, denyut ekonomi dan kebersamaan tumbuh bersamaan menjadi bukti bahwa kemajuan tak harus menghapus kehangatan tradisi. (nr)

Komentar

Tidak Ada Comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disimpan dan dipublikasikan

Menu
Cari