Sleman, 16 Mei 2025 – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman kembali menyelenggarakan program Sekolah Pasar sebagai upaya peningkatan kualitas pasar tradisional. Kegiatan ini digelar selama dua hari, Rabu dan Kamis, 14–15 Mei 2025, di Mini Zoo Jogja Exotarium Mlati Sleman. Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pedagang, pengelola parkir, pengelola MCK, serta petugas pasar Pasar Cebongan turut ambil bagian dalam pelatihan yang mengusung semangat inovasi, kolaborasi, dan pelestarian nilai-nilai lokal.
Hari pertama dibuka oleh Ketua Tim Kerja Pembinaan Perdagangan Tradisional Disperindag Sleman, Sri Kurniawati Padma Dewi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran aktif para pelaku pasar dalam menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan ramah pengunjung. Materi pertama disampaikan oleh Dara Ayu Suharto, anggota DPRD Kabupaten Sleman, yang memotivasi peserta agar meningkatkan pelayanan kepada konsumen, menata dagangan secara menarik, dan terus mengembangkan diri dengan semangat inovatif dan adaptif.
Dilanjutkan oleh Nurul dari Bank Sleman Syariah yang memaparkan berbagai produk dan layanan keuangan seperti tabungan, deposito, serta pembiayaan syariah. Ia menekankan pentingnya literasi keuangan bagi pelaku usaha pasar agar dapat mengelola keuangan dengan lebih bijak. Sebagai penutup hari pertama, Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, memberikan materi seputar pentingnya menjaga kebersihan pasar, memperkuat paguyuban pedagang, serta mewujudkan pasar yang ramah lingkungan dengan tetap mengedepankan kearifan lokal.
Hari kedua dibuka oleh tim kerja Pembinaan Perdagangan Tradisional dan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi wirausaha. Sesi pertama diisi oleh Frisky Anggraini, pemilik Laire Kembang, yang membagikan pengalaman seputar strategi penjualan melalui e-commerce. Ia juga mengajak peserta praktik langsung membuat hampers sebagai bentuk inovasi produk untuk momen khusus seperti lebaran atau ulang tahun, serta pentingnya desain kemasan (packaging) yang menarik, aman, dan mudah dibawa.
Kemudian, perwakilan dari Bank BPD DIY Cabang Sleman hadir untuk menyampaikan program perbankan yang dapat diakses oleh pelaku usaha pasar, seperti tabungan dan pembiayaan. Dalam kesempatan ini, peserta didorong untuk memanfaatkan layanan perbankan resmi sebagai bagian dari penguatan usaha yang berkelanjutan. Materi terakhir disampaikan oleh Raminta, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional. Beliau menyoroti pentingnya kelembagaan yang solid, kemudahan akses permodalan, serta menghidupkan kembali pasar rakyat dengan penataan dagangan yang menarik.
Acara ditutup dengan ungkapan terima kasih dari Tim Kerja Pembinaan Perdagangan Tradisional kepada seluruh peserta dan narasumber. Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang belajar, tetapi juga memicu perubahan positif dalam pengelolaan pasar rakyat. Dengan semangat adaptasi terhadap perkembangan zaman, pasar tradisional di Sleman diharapkan mampu tumbuh sebagai pusat ekonomi lokal yang modern namun tetap menjunjung tinggi nilai budaya setempat. (nr)
Informasi Agenda Dinas
Tidak Ada Comment