Penulis : Agung Tri Rahmanto (Penyuluh Perindag Madya Dinas Perindag Sleman)
Salah satu produk unggulan Kabupaten Sleman adalah bambu dan aneka produk turunannya. Sleman sudah dikenal sebagai penghasil kerajinan bambu yang berkualitas khususnya produk anyaman dan mebel bambu. Sentra kerajinan bambu ada wilayah Sleman Barat khususnya di Moyudan, Minggir, Godean, Seyegan dan Mlati. Masing-masing wilayah memiliki kekhususan produk yang dikembangkan. Di wilayah Moyudan dan Minggir, kerajinan yang banyak dikembangkan adalah aneka anyaman fungsional dan dekorasi. Mebel bambu banyak diproduksi di wilayah Seyegan dan Mlati. Sedangkan di Godean berkembang tirai bambu dan anyaman pyan dari bambu.
Pemkab Sleman berkomitmen untuk menjadikan bambu sebagai komoditas unggulan dengan menetapkan bambu sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK) Unggulan di Kabupaten Sleman melalui SK Bupati Sleman No. 306/Kep.KDH/A/2013. Komitmen tersebut terus ditindaklanjuti dengan berbagai program dari hulu hingga hilir. Pemkab Sleman melakukan intensifikasi penanaman bambu yang dilakukan di Cangkringan dan memanfaatkan daerah aliran sungai diantaranya Sungai Progo, Sungai Kuning, Sungai Boyong dan Sungai Opak khususnya di daerah hulu sungai. Di sisi produk olahan bambu, Pemkab Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan berbagai pembinaan dan pendampingan kepada pengrajin berupa pelatihan teknis hingga fasilitasi pemasaran.
Pengrajin bambu didorong untuk berkembang dan bekerjasama dengan penguatan kelembagaan yang baik. Asosiasi Bambu Sembada mewadahi para petani, pedagang dan pengrajin bambu. Sentra industri bambu diperkuat dengan pembentukan pengurus sentra yang dikukuhkan dengan SK Bupati Sleman. Hingga tahun 2019, ada tujuh sentra industri kerajinan bambu yang telah dikukuhkan.
|
No |
Sentra Industri |
Tahun Pengukuhan |
|
1 |
Sentra Mebel Bambu Sendari, Mlati | 2015 |
|
2 |
Sentra Kerajinan Bambu Brajan, Minggir | 2016 |
|
3 |
Sentra Industri Mebel Bambu Gentan, Seyegan | 2017 |
|
4 |
Sentra Industri Kerai Bambu Ngrenak, Godean | 2018 |
|
5 |
Sentra Anyaman Bambu Sumberagung, Moyudan | 2018 |
|
6 |
Sentra Industri Anyaman Bambu Sendangarum, Minggir | 2019 |
|
7 |
Sentra Industri Anyaman Bambu Sendangmulyo, Minggir | 2019 |
Sentra industri kerajinan bambu yang sudah dikukuhkan diatas mempunyai variasi cakupan kewilayahannya. Ada yang cakupannya satu padukuhan, seperti sentra Sendari, sentra Brajan, sentra Gentan dan sentra Ngrenak. Sedangkan sentra Sumberagung, Sendangarum, dan Sendangmulyo memiliki cakupan satu wilayah kalurahan. Perbedaan cakupan ini disebabkan di ketiga kalurahan tersebut terdapat kegiatan industri pembuatan anyaman bambu yang tersebar hampir merata. Produk yang dihasilkan juga hampir serupa. Perbedaan cakupan ini menyebabkan perbedaan jumlah IKM di antara sentra secara signifikan. Selain itu, pembinaan terhadap sentra dengan cakupan yang luas akan lebih susah untuk menjangkau semua IKM di sentra tersebut.
Pendataan sentra yang dilakukan Bidang Perindustrian Sleman pada tahun 2021 menunjukkan data IKM seperti tabel di bawah. Data menunjukkan rata-rata tenaga kerja per unit usaha antara 1 s.d. 3 orang. Industri mebel bambu rata-rata menyerap 2 -3 tenaga kerja. Sentra yang umumnya memproduksi anyaman besek seperti Sendangarum dan Sendangmulyo menyerap 1 tenaga kerja. Sedangkan sentra anyaman Sumberagung dan Brajan bisa menyerap rata-rata 2-3 tenaga kerja karena produk yang dibuat sudah bervariasi dan mempunyai nilai yang lebih tinggi. Selain itu di kedua sentra ini sudah berkembang IKM yang bisa memasarkan produknya hingga melayani pesanan dari trader untuk pasar luar negeri.
|
No |
Sentra | Jumlah Unit Usaha | Jumlah Naker |
|
1 |
Sentra Mebel Bambu Sendari, Mlati | 17 | 59 |
|
2 |
Sentra Kerajinan Bambu Brajan, Minggir | 44 | 74 |
|
3 |
Sentra Industri Mebel Bambu Gentan, Seyegan | 34 | 55 |
|
4 |
Sentra Industri Kerai Bambu Ngrenak, Godean | 26 | 59 |
|
5 |
Sentra Anyaman Bambu Sumberagung, Moyudan | 80 | 213 |
|
6 |
Sentra Industri Anyaman Bambu Sendangarum, Minggir | 127 | 150 |
|
7 |
Sentra Industri Anyaman Bambu Sendangmulyo, Minggir | 227 | 337 |
Hasil pendataan juga menunjukkan perbedaan nilai tambah produk dari masing-masing sentra. Jenis produk yang dihasilkan tampaknya mempengaruhi nilai tambah produk. Hal tersebut tentu juga menggambarkan perbedaan tingkat efisiensi, kualitas dan produktivitas masing-masing sentra.
|
No |
Sentra | Nilai Produksi/Bln (Rp) | Nilai Bahan Baku/Bln (Rp) | Nilai Tambah Produk |
|
1 |
Sentra Mebel Bambu Sendari, Mlati | 277.730.000 | 108.394.000 | 256% |
|
2 |
Sentra Kerajinan Bambu Brajan, Minggir | 167.400.000 | 50.220.000 | 333% |
|
3 |
Sentra Industri Mebel Bambu Gentan, Seyegan | 132.000.000 | 40.170.000 | 329% |
|
4 |
Sentra Industri Kerai Bambu Ngrenak, Godean | 125.695.000 | 50.970.000 | 247% |
|
5 |
Sentra Anyaman Bambu Sumberagung, Moyudan | 674.205.000 | 128.674.000 | 524% |
|
6 |
Sentra Industri Anyaman Bambu Sendangarum, Minggir | 32.200.000 | 8.575.000 | 376% |
|
7 |
Sentra Industri Anyaman Bambu Sendangmulyo, Minggir | 83.755.000 | 26.847.250 | 312% |
Sentra-sentra yang memproduksi anyaman bambu secara konsisten memberikan nilai tambah diatas 300%. Bahkan sentra Sumberagung nilainya di atas 500%. Hal ini menujukkan bahwa produk yang dihasilkan oleh IKM di sentra ini mempunyai nilai yang jauh lebih tinggi. Hal ini tidak terlepas dari adanya Tunggak Semi yang merupakan IKM anyaman terbesar yang ada di Sleman. Produk dari Tunggak Semi memang sudah sangat berkembang desain dan variasinya dibanding IKM anyaman bambu lainnya. Produknya juga sudah menembus pasar luar negeri.
Sentra kerajinan bambu yang membuat produk non anyaman seperti mebel dan kerai bambu menunjukkan nilai tambah yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan efisiensi penggunaan bahan baku yang lebih rendah. Selain itu, hal ini bisa juga memberikan sinyal masih rendahnya nilai kriya dari produk yang dihasilkan kedua sentra tersebut. Sentra mebel Gentan menunjukkan nilai tambah yang lebih baik dibanding kedua sentra non anyaman. Hal ini bisa disebabkan oleh variasi produk di sentra Gentan yang lebih beragam.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus berupaya mengembangkan industri kerajinan bambu di Sleman. Bimbingan teknis kerajinan bambu diselenggarakan beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan inovasi dan diversifikasi produk. Selain itu diharapakan bimtek yang diselenggarakan bisa menumbuhkan wirausaha baru yang menekuni produksi kerajinan bambu. Materi bimtek adalah pengembangan produk mebel bambu, anyaman bambu dan aneka kerajinan interior. Bimtek terkait kerajinan laminasi bambu juga digalakkan, sebab belum ada pengrajin bambu di Sleman yang menekuni produksi kerajinan bambu laminasi. Yang ada baru pembuatan bahan bambu laminasi yang sudah berjalan di sentra Gentan. Diharapkan dengan berbagai bimtek terkait bambu laminasi, nilai tambah bambu di Sleman menjadi semakin besar dan bisa meningkatkan kesejahteraan pengrajin bambu Sleman. (nr)
Informasi Agenda Dinas
Tidak Ada Comment