Type to search

Berita

Pembinaan Organisasi Pedagang Kaki Lima Dan Asongan di Era Pandemik

Share

Disperindag Sleman tak henti-hentinya menggelar acara Pembinaan bagi pedagang kaki lima dan asongan. Kali ini kegiatan berlangsung dua kali dan ditempat yang berbeda, acara yang pertama dilaksanakan di ruang rapat Paramadana Lt.3 disperindag, tanggal 21 Juli 2020 sedangkan pemberi materi adalah Johan Alwanudin, S. Sos dan Wiwit Sukmaji. Isi materi acara tersebut adalah Partisipasi Paguyuban PKL dalam pencegahan Covid-19 dan Penguatan SDM Melalui Ketahanan Mental Berwirausaha di Era Tatanan Baru Covid-19.  Acara tersebut dihadiri oleh PKL Pasar Bangkrung, PKL Pasar Cebongan, PKL Pasar Tempel Terminal yang berjumlah 20 orang. Sedangkan ada acara kedua dilaksanakan 23 Juli 2020 bertempat Kuliner Belut Godean dengan pemberi materi dan isi materi sama dengan pembinaan yang pertama.

Peserta yang hadir adalah para PKL Kuliner Belut Godean yang berjumlah 20 orang. Tujuan kegiatan tersebut antara lain untuk peningkatan pemahaman wawasan PKL untuk tetap waspada dan memutus rantai penyebaran Covid-19, dengan cara tetap menggunakan masker, rajin cuci tangan dengan sabun, tetap jaga jarak, serta menghindari kerumunan.

Dalam kesempatan itu disampaikan beberapa tips untuk menjaga mental pada era pandemik ini. Tips pertama adalah memilih sumber informasi terpercaya. Pada tips ini pastikan selalu memantau info mengenai Covid-19 melalui sumber-sumber terpecaya, seperti dari situs WHO Kementrian Kesehatan RI, dan media terpercaya.

Tips kedua adalah gunakan teknologi untuk jalani silaturahmi. Sebisa mungkin hindari kontak fisik atau yang biasa disebut physical distancing. Anda bisa memakai media sosial seperti whatsapp, instragram, facebook, dll sebagai alternatif untuk tetap menjaga komunikasi.

Untuk tips ketiga, dianjurkan untuk tetap aktif di dalam rumah. Saat berada di rumah, sebisa mungkin melakukan kegiatan yang membuat tubuh dan pikiran nyaman. Hal tersebut penting, terutama bagi Anda yang sedang melakukan isolasi mandiri. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan ialah menonton film, membaca buku, mendengarkan musik, mengakses konten positif di media sosial, dan yang terpenting adalah melakukan olahraga ringan agar tubuh tetap fit.

Bagi sebagian orang yang tinggal sendirian demi melakukan social distancing/physical distancing dapat membuat seseorang kesepian. Maka dari itu, tips keempat adalah terus berkomunikasi dengan keluarga. Bagi Anda yang merasakan hal tersebut, cobalah mengungkapkan perasaan dan kekhawatiran perihal pandemi yang tengah dihadapi bersama orang-orang tertentu yang paling dipercaya, seperti keluarga, kekasih, atau sahabat.

Pada tips kelima, mencoba untuk berempati dan tidak mendiskriminasi. Kita tidak perlu mengaitkan virus ini dengan etnis atau negara tertentu. Jangan beri label pada orang yang positif Covid-19 sebagai ‘korban’, mari sebut mereka ‘pejuang’ yang sedang berusaha sembuh.

Tips terakhir yang tidak kalah penting adalah tidak panik dan tetap waspada selalu. Menghadapi wabah corona tanpa terpancing kepanikan maupun ketakutan, niscaya dapat membantu menjaga kesehatan mental dan fisik di tengah krisis kesehatan global ini. Pengaruhnya pun tak hanya baik untuk Anda pribadi, tapi juga orang-orang di sekitar.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *