Type to search

Berita kegiatan

“Wajah baru” Pedagang Kaki Lima di Kabupaten Sleman

Share

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman senantiasa memberikan pembinaan bagi pedagang kaki lima yang berjualan di wilayah Kabupaten Sleman. Pembinaan tersebut dilakukan pada hari Selasa, 21 Januari 2020 ini meliputi pendataan, monitoring kemajuan dari hasil pembinaan pedagang antara lain terkait kebersihan barang dagangan yang dijual, kualitas dan penataan barang dagangan, serta attitude terhadap pembeli. Selain itu Pedagang kaki lima juga diberi pelatihan terkait pegelolaan jual beli secara online melalui aplikasi online “Go Food”. Kemitraan yang dibentuk antara Go-Jek dan Dinas Perindag Sleman diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pedagang kaki lima di wilayah Kabupaten Sleman sebab Go Food merupakan salah satu layanan antar makanan secara online yang terbesar di dunia sehingga turut memajukan sektor kuliner mulai dari skala kecil hingga menengah. Semua orang bisa buka bisnis kuliner dan memiliki layanan delivery service sendiri.

Pedagang kaki lima di wilayah Kabupaten Sleman yang sudah menggunakan aplikasi Go-Food cukup mengaktifkan aplikasi Go-Food yang dimilikinya serta bakat masak dan membuka toko digitalnya (warung). Merchant (Pedagang Kaki Lima) tidak perlu memikirkan urusan delivery karena semua driver Go-Jek bisa mengantarkan sampai tujuan konsumen. Pedagang Kaki Lima yang sudah menggunakan aplikasi on-line berupa Go-Food ini diharapkan juga mampu menjadi pionir bagi pedagang kaki lima lainnya di wilayah Kabupaten Sleman sehingga mampu mendukung berbagai award yang dapat diraih dalam sektor perdagangan.

Manfaat lainnya yag dirasakan oleh pedagang kaki lima ini dengan adanya kemitraan dengan Go-Food dapat membantu pelayanan makanan ke customer agar lebih cepat sampai rumah. Respon konsumen juga semakin positif terhadap perubahan tempat, suasana, dan fasilitas pedagang kaki lima yang berada di wilayah Kabupaten Sleman khususnya di Shelter Denggung dan Resto PKL Mrican.

Saat ini banyak warga kelas menengah ke atas yang justru memesan makanan khas pedagang kaki lima via Go-Food. Ramainya daya beli masyarakat membawa keuntungan tersendiri dan membantu peningkatan pendapatan para pedagang kaki lima yang tidak mempunyai capital market besar. Tak hanya itu, kenaikan omzet UMKM dari Go-Food berbuah manis seiring banyaknya home kitchen yang menjelma menjadi warung pedagang kaki lima maupun resto.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *