Telah dibuka: Sekolah HKI di Disperindag Sleman!

Berkembangnya teknologi telekomunikasi dan informasi menyebabkan akses terhadap sumber informasi dan data menjadi sangat mudah. Efek buruknya, marak terjadi pencurian hasil karya cipta di berbagai bidang, termasuk hasil karya cipta atau produk UKM. Di sisi lain, pemahaman masyarakat dan pelaku UKM tentang legalisasi hak kekayaan intelektual (HKI) atas hasil karya cipta atau produk ditengarai masih kurang. Kurang dipahaminya legalisasi HKI ini disebabkan karena informasi mengenai HKI belum cukup tersiar dan belum mudah untuk dipahami.

Berdasarkan hal ini, maka Rumah Kreatif Sleman (RKS) Dinas Perindag Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Pusat Studi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Universitas Islam Indonesia (UII) akan mengadakan program Sekolah HKI untuk mempromosikan HKI di tengah masyarakat dan pelaku UKM di Kabupaten Sleman. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar kepada pelaku UKM mengenai HKI, meningkatkan kesadaran UKM atas HKI, dan mendorong legalisasi HKI produk-produk UKM.

Sekolah HKI terdiri dari 3 angkatan. Untuk angkatan pertama dilaksanakan selama 5 kali pertemuan pada tanggal 16-22 Oktober 2018, di Ruang Paramadhana Lt.3, Kantor Dinas Perindag Kab Sleman. Peserta Sekolah HKI adalah 30 UKM mitra binaan RKS.

Sekolah HKI merupakan strategi baru dalam mengedukasi pelaku UKM agar dapat memiliki pemahaman kuat dan komprehensif dalam penguasaan pengurusan HKI serta mengerti dalam memanfaatkan HKI sebagai strategi bisnis ke depan. Materi pada sekolah HKI adalah (1) Pengetahuan dasar Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada umumnya (pengertian, lingkup, pengaturan dan karakteristik dari setiap jenis HKI), (2) Pengetahuan pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang terdiri dari pencatatan ciptaan dan pendaftaran merek, desain industri, paten serta pengurusan rahasia dagang, (3) Pengetahuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai strategi bisnis.

Semoga bangsa ini makin ke depan makin menjunjung tinggi, makin menghormati dan makin memberikan penghargaan kepada karya cipta dan produk UKM sbg pelaku penggerak ekonomi kerakyatan dan pencipta lapangan kerja.

Categories: Berita

Leave a Reply